Selamat datang di website resmi Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

features Beranda

 
Print

Penyambutan luar biasa dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini merupakan penghargaan yang tak terhingga bagi PTA Samarinda, sehingga dalam sambutannya Ketua PTA Samarinda baik yang lama maupun yang baru menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Bapak Gubernur. Pada kesempatan itu, Idris Mahmudy (Ketua PTA Samarinda Lama) juga menyampaikan kepada seluruh tamu undangan bahwa saat ini Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Agama adalah sama dan setingkat sehingga Idris mengharapkan perhatian yang sama dari Bapak Gubernur dalam arti apa yang diberikan kepada PT harus diberikan pula kepada PTA. Tak lupa, Idris juga memohon do’a restu dari semua yang hadir agar mendapatkan kelancaran bertugas di tempat yang baru.

Sample  Image
Tampak keakraban Ketua PTA Samarinda (Kanan : Drs. H.M. Saleh Futeh, S.H.) dengan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kiri : Awang Faroek Ishak), meski baru bertemu.

Tidak banyak yang disampaikan oleh Ketua PTA Samarinda baru, Drs. H. Saleh Futeh, S.H, dalam sambutannya. Pada intinya, Saleh hanya meminta agar pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bisa menerima dan manjadikannya sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Timur. Permintaan tersebut langsung ditanggapi oleh Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak bahwa Kalimantan Timur menerimanya dengan tulus dan hati ikhlas. ”Mari kita bangun bersama Kalimantan Timur, dan jadikan Kalimantan Timur sebagai rumah sendiri. Segala apa yang telah diberikan kepada Ketua PTA Samarinda yang lama, akan diberikan pula kepada Ketua baru”, ungkap Awang.

Hal yang membuat Awang terkesan dari sosok dan kepemimpinan Idris Mahmudy adalah adanya kesamaan dalam memimpin yakni dengan dilandasi oleh kasih sayang. Integritas yang tinggi sangat ditentukan oleh moral dan agamanya. Sementara tantangan agama di masa depan semakin kompleks dengan adanya pergeseran nilai-nilai kehidupan masyarakat yang cenderung materialistik, sekuler dan individulaistik. Menilik hal tersebut, maka Awang sangat mengharapkan peran aktif dari Peradilan Agama dan jajarannya mampu untuk membantu mmbentuk SDM yang memiliki IPTEK dan IMTAQ. Sehingga melalui momentum ini, Awang mengajak segenap Peradilan Agama agar kembali merenung, memahami dan mengkaji apa yang telah dan harus dilakukan kaitannya dengan program kerja yang dimiliki PTA Samarinda.

Sample  Image Sample  Image
Photo kiri :Penyerahan Cenderamata dari Gubernur Kalimantan Timur kepada Ketua PTA Samarinda lama (Drs. H. Idris Mahmudy, S.H, M.H.) Photo Kanan : Para Tamu Undangan.

Kemudian Acara penyerahan cenderamata untuk Ketua PTA Samarinda lama, di mulai oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Wakil Gubernur, Wakil DPRD I Provinsi Kalimantan Timur, dan tamu undangan lainnya. Acara ditutup dengan bersalaman tanda perpisahan dan pelepasan Drs. H. Idris Mahmudy, S.H, M.H. ke tempat kerja barunya di Mahkamah Syar’iyah Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Pelantikan dan Pelepasan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

Sample  Image
Wakil Ketua PTA Samarinda (Drs. H. Ismail Ibrahim, S.H, M.H.) sedang diambil sumpahnya oleh Ketua PTA Samarinda (Drs. H.M. Saleh Futeh, S.H.)

Masih dalam rangkaian Acara Pisah-Sambut Ketua dan Wakil Ketua PTA Samarinda, bertempat di Aula lantai dasar Kantor PTA Samarinda, suasana khidmat pelantikan dan pengambilan sumpah Wakil Ketua PTA Samarinda, Drs. H. Ismail Ibrahim, S.H, M.H. berlangsung. Acara yang dimulai sekitar pukul 9.30 WITA ini, dihadiri oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah NAD, seluruh Hakim Tinggi PTA Samarinda, Para Ketua dan Panitera/Sekretaris PA se-Kalimantan Timur dan keluarga besar PTA Samarinda. Kemudian acara dianjutkan dengan serah terima jabatan dari Wakil Ketua PTA Samarinda lama kepada Wakil Ketua PTA Samarinda baru. Dalam sambutannya Wakil Ketua PTA Samarinda memohon maaf  kepada seluruh warga Peradilan Agama se-Kalimantan Timur serta permohonan do’a restu dari seluruh yang hadir.

Sambutan Wakil Ketua PTA Samarinda baru diisi dengan perkenalan. Sebagai warga baru di Kalimantan Timur tentunya masih banyak adat istiadat yang belum diketahui, sehingga apabila ada pelanggaran terhadap adat istiadat mohon diluruskan.

Dalam sambutannya Ketua PTA Samarinda, Drs. H.M. Saleh Futeh, S.H. dengan segala keterbatasannya mengharapkan segala bantuan dari Ketua, Wakil Ketua dan Panitera PA se-Kalimantan Timur. Selain itu Saleh juga mengharapkan agar senantiasa menjaga koordinasi dan keharmonisan diantara unsur pimpinan PA meliputi Ketua, Wakil Ketua dan Panitera/Sekretaris.

Menjaga Tupoksi, Koordinasi dan Keharmonisan

Selepas shalat Dhuhur berjama’ah, masih dalam rangkaian acara Pisah-sambut Ketua dan Wakil Ketua PTA Samarinda, diadakan pertemuan dan perkenalan dalam rangka mempererat tali silaturahim dipimpin langsung oleh Ketua dan WakilKetua PTA Samarinda baru. Pertemuan yang melibatkan seluruh Ketua, Wakil Ketua dan Panitera/sekretaris PA se-Kalimantan Timur tersebut digelar di aula lantai II Kantor PTA Samarinda.

Dalam pertemuan singkat tersebut diperkenalkan seluruh personil PA se-Kalimantan Timur yang hadir saat itu. Selain itu Panitera/sekretaris PTA Samarinda, Drs. H. Sugian Noor, S.H. menyampaikan selayang pandang situasi dan kondisi peradilan Agama yang ada di Kalimantan Timur meliputi jumlah PA yang ada, keadaan perkara, kelas PA, pembentukan PA baru yang sudah dan masih diusulkan, kenaikan kelas PA yang sudah diusulkan dan lainnya. Sehingga merujuk dari informasi tersebut, dalam sambutannya Wakil Ketua PTA Samarinda, Drs. H. Ismail Ibrahim, S.H, M.H, menyampaikan bahwa informasi-informasi tersebut sangat diperlukan dan bahkan perlu digali lagi dalam rangka langkah pengambilan kebijakan selanjutnya.

Dalam sambutannya, Ketua PTA Samarinda Drs. H. Saleh Futeh, S.H. mengajak kepada seluruh yang hadir agar senantiasa selalu menjaga tupoksi, koordinasi, dan keharmonisan yang sudah ada di PTA Samarinda. Demi menjaga tupoksi tersebut maka pembinaan personil seperti hakim tinggi, hakim, dan seluruh aparat peradilan Agama mutlak di perlukan sebagai contohnya melalui diskusi-diskusi dan lainnya. Setiap melakukan pembinaan dan pengawasan ke PA-PA di daerah, agar selalu membukukan setiap temuan-temuan yang ada untuk dibahas dan didiskusikan bersama. Saleh Futeh juga mengharapkan koordinasi yang baik minimal diantara 3 unsur pimpinan yakni Ketua, Wakil Ketua dan Panitera/Sekretaris. Pimpinan yang baik di seluruh tingkat peradilan harus selalu musyawarah untuk mufakat dan mampu memilah hal-hal yang maslahat dan tidak maslahat. Setiap pimpinan harus menjaga hubungan yang baik juga baik dan harmonis baik secara vertikal (atasan dan bawahan) maupun horizontal (sesama pimpinan). Lebih lanjut, Saleh Futeh mengharapkan kepada seluruh aparat peradilan Agama se-Kalimantan Timur agar selalu mawas dan menjaga diri. Dengan adanya transfaransi dan keterbukaan informasi yang ada saat ini, sangat riskan apabila tidak berhati-hati dalam bertindak karena sedikit saja tergelincir atau ada laporan/pengaduan dari masyarakat meskipun hal itu tidak benar akan segera sampai dan ditindak lanjuti oleh MARI. Hal ini bisa mungkin masalah bagi kita, namun suka ataupun tidak kita harus selalu siap untuk menghadapi permasalahan ini. [--Aa/'Nie--]